Malam itu, ada chatt masuk “fi, besok dateng
ke wisudaku kan?” seketika itu juga, aku ingat ada janji untuk menghadiri
wisuda di Lamongan. Posisiku saat itu ada tugas negara yang mengharuskanku
tidak tidur sampai jam 2 pagi dan harus bangun subuh tepat waktu. Pagi itu, masih berada di kota
perantauan dengan fikiran ingin ke Lamongan motoran sendirian dan pegang prinsip
harus balik hari itu juga karena ada tugas negara lain yang berdatangan.
Keputusan yang kuambil akhirnya ku berusaha mengajak
orang yang bisa mau menerima rencana yang agak gila ini. Dan endingnya, aku motoran
sendirian ke Lamongan, bermodalkan maps karena aku sangat tidak hafal jalan
walaupun sudah berulang-ulang. Sebelumnya, izinku ke anak kontrakan berangkat
dengan teman.
Jam sepuluhku memulai perjalanan dengan penuh
kemacetan di Malang. Dengan niat ingin pulang ke Malang hari itu juga maka
kecepatanku diambang batas normal biasanya, tanpa nyasar tapi ada sedikit
tragedi hp jatuh di rel kereta membuatku positif thinking untuk bisa balik hari
itu juga. Jam setengah satu, aku sampai di STIKES Muhammadiyah Lamongan.
Seakan surprise, ku chatt dia kalau aku sudah
berada di kampusnya. Bingung, terharu sampai aku lupa kalo bawa hadiah untuknya. Hadiah yang kuberharap
dia bisa menjadi teman dunia akhirat. Di
Lamongan seakan jadi tempat persinggahanku sholat dzhuhur dan ashar. Jam empat,
kumemutuskan pamit. Memeriksa maps dan bensin (spidometer rusak) yang menurutku
cukup untuk menuju pom bensin selanjutnya.
Dugaanku salah. Di tengah jalan yang kanan
kirinya hutan jati tiba-tiba motor yang kukendarai berhenti. Bisa dibayangkan
wajahku seperti apa, kaget, syok, takut. Dengan tangan yang sangat dingin
kulihat bensin dan ternyata habis tak bersisa. Akhirnya, ku lihat jam yang
menunjukkan setengah lima. Bisa dibayangkan lagi, betapa takutnya aku. Ku berjalan
pelan dan baru dua langkahh, ada pengendara motor berhenti dan bertanya:
“kenapa
mbak?”
“bensinnya habis mas”
“naik aja mbak, tak dorong dari belakang”
“loh, gapapa mas?”
“iya mbak”
Reflekku langsung naik motor dan didorong melewati
hutan yang ternyata sangat panjang dan lebat sampai ada penjual bensin dipinggir
jalan. Waktu itu langsung kuisi full karena tak ingin mengulang kejadian yang
sama. Drama belum selesai disitu, diperempatan jalan besar tiba-tiba motor yang kukendarai mati. Bisa dibayangkan
lagi betapa paniknya wajahku. Alhamdulillahnya, bisa langsung nyala.
Perjalanan sendirian itu berujung pada view
gunung penanggungan yang ternyata aku semakin mendekatinya. Mengikuti maps dan
tak pernah hafal jalan sampai ada panah
yang menunjukkanku ternyata lewat cangar.
Fix, kulihat jam ternyata sudah jam lima sore. Semua surat yang pernah
kuhafal kumurojaah semua selama perjalanan.
Gelap dan sepi, Suasana itu membuatku jengkel.
Tak ada pemandangan yang tidak indah disana, semuanya membuatku tak henti
memujiNya. Waktu menunjukkan maghrib dan aku masih dijalanan cangar. Sampai ku tiba
diperkampungan yang pernah kulewati pas pulang dari gunung penanggungan 2 tahun
lalu. Ku berbelok kearah gapura kampung iu yang ternyata berujung sawah dan
banyak segerombolan laki-laki. Bisa dibayangkan lagi betapa takutnya aku waktu
itu. Tanpa fikir panjang kuberbalik arah dan akhirnya menemukan jalan yang
tadinya tak kulihat.
Lantunan doa tak henti kuucapkan. Sampai kutiba
di kota Batu yang taak hentinya kubersyukur. Sampai komisariat tercinta jam
setengah tujuh. Dengan wajah bahagia karena sampai dengan selamat kuberitahu
mereka kalau aku hari ini ke Lamongan sendirian motoran. Dibilang gila, ga
jelas, sok nekat apapun itu kuterima. Intinya aku bahagia
Perempuan bepergian sendirian, bagiku tak ada
yang salah. Hanya saja, ada resiko yang memang harus diterima. Akan tetapi,
lebih baiknya memang jangan sampai sendirian. Iya, itu menurutku setelah
mengalami hal-hal yang beresiko seperti
itu. Pelajaran yang dapat kuambil dari perjalananku kali ini adalah terus
berbuat baik pada siapapun. Kita tak pernah tau kapan balasan perbuatan baik
kita itu akan terbalas. Lewat hal-hal kecil yang tak pernah kita sadari seperti
ketika aku kehabisan bensin ditengah hutan itu. Semoga kita termasuk orang yang
berbuat baik, dari baik saja menjadi lebih baik dan dari lebih baik selalu
istiqomah menjadi baik. aamiin